Perpustakaan Kemenag RI
KEMENTERIAN AGAMA RI

Detail Buku Ber-ISBN

Dompet ayah sepatu ibu
ISBN 9786020530222

1

Eksemplar Tersedia

Kembali ke Katalog

Dompet Ayah Sepatu Ibu

Jombang Santani Khairen

Jombang Santani Khairen

ISBN/ISSN

9786020530222

Tahun Terbit

2025

Penerbit

Gramedia Widiasarana Indonesia

Tempat Terbit

Jakarta

Deskripsi Fisik

iv, 216 Hal

Nomor Panggil

813 JOM d

Klasifikasi

813

Bahasa

Indonesia

Jenis Media

Text

Subjek / Kata Kunci

Fiksi Indonesia Novel-Indonesia

Catatan

Zenna lahir urutan keenam dari sebelas saudara. Ia bersama keluarganya tinggal di punggung gunung Singgalang. Saat kecil, Zenna sudah bekerja keras untuk hidup. Ia pergi ke sekolah dengan sepatu rombeng naik-turun gunung sambil membawa jagung rebus untuk dijual. โ€œBesok Abak belikan sepatu baru kalau sudah dapat uang,โ€ janji Abaknya pada Zenna sebelum berangkat ke sekolah. Namun tak sempat Abak tunaikan janji itu. Abak meninggalkan Zenna untuk selamanya, juga meninggalkan janjinya pada Zenna untuk membelikan sepatu. Sebagai anak tengah-tengah, Zenna jarang mendapat perhatian. Ia menumpahkan kesedihannya pada dirinya sendiri. Ia bekerja keras dengan mandiri. Ia ingin melanjutkan janji Abaknya untuk membelikan sepatu. Ia membeli sepatu untuk dirinya sendiri. Di punggung gunung yang lain, gunung Marapi, Asrul dan adiknya Irsal harus membantu Umi untuk menghidupi diri. Bapaknya menikah lagi dan tinggal di rumah bersama istri keduanya, sehingga Umi, Asrul, dan Irsal pindah ke rumah peninggalan orang tua Umi. Berpisah dari Bapak. Meski Bapak kadang memberi mereka uang, itu tidaklah cukup. Setiap kali Asrul diberi uang oleh Bapak, Asrul selalu mengintip dompetnya, ada kayu manis yang diselipkan Bapak di sana. Asrul tak punya dompet karena ia tak pernah memegang uang. Bila pun dia punya, akan ia berikan pada Umi. Asrul ingin membuatkan rumah untuk Umi suatu saat kelak. Asrul dan Zenna akhirnya bertemu. Mereka berdua bertekad mengangkat derajat dirinya dan keluarganya ke kehidupan yang lebih baik. Mereka bertemu di kampus. Koran Harian Semangat turut merekatkan hubungan mereka. Hingga kelak mereka menikah dan memiliki rumah. Umi dan Umak mereka bawa tinggal bersama. Kehidupan mereka walau sudah lebih baik, tidak juga mudah. Musibah datang berkali-kali. โ€œKita pernah melewati yang lebih buruk dari ini,โ€ kata mereka saling menguatkan.

Daftar Eksemplar

Kode Item No. Panggil Jenis Status Lokasi
4920252 813 JOM d Koleksi Umum Tersedia Perpustakaan Kementerian Agama RI