Detail Buku Ber-ISBN
Pendidikan Kesehatan Reproduksi Untuk Remaja Perspektif Islam Modul 2 Panduan Guru
Amin Suyitno
ISBN/ISSN
978-602-293-257-8
Tahun Terbit
2025
Penerbit
Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Tempat Terbit
Jakarta
Deskripsi Fisik
258 hlm.; ilus.; 30 cm
Nomor Panggil
DJ1 5 2025
Klasifikasi
DJ1
Bahasa
Indonesia
Jenis Media
Text
Subjek / Kata Kunci
Catatan
Modul kedua dari rangkaian pendidikan kesehatan reproduksi remaja berperspektif keislaman ini hadir sebagai lanjutan dari dasar-dasar yang telah diperkenalkan sebelumnya. Modul ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang aspek biologis perkembangan remaja, tetapi juga memperluas cakrawala pemikiran mengenai dinamika psikososial, etika, dan spiritualitas yang melingkupi proses pertumbuhan tersebut. Penekanannya adalah bagaimana remaja, sebagai individu yang sedang berproses menuju kedewasaan, mampu menata diri dalam menghadapi perubahan besar baik dari sisi tubuh, emosi, maupun lingkungan sosial, dengan tetap menjadikan nilai-nilai Islam sebagai panduan utama. Dengan demikian, modul ini menjadi panduan integral yang menyatukan ilmu pengetahuan modern dengan tuntunan agama dalam membekali generasi muda. Isi modul menegaskan bahwa masa remaja adalah periode transisi penuh gejolak. Perubahan hormon yang menimbulkan ciri-ciri seksual sekunder sering kali diiringi dengan gejolak emosi, rasa ingin tahu yang besar, serta dorongan untuk mencoba hal-hal baru. Semua ini membawa remaja pada posisi yang rawan terhadap perilaku berisiko jika tidak dibarengi dengan pemahaman yang benar. Oleh sebab itu, modul ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan reproduksi sejak dini agar remaja tidak terjebak dalam informasi keliru yang bersumber dari pergaulan bebas, media digital, atau lingkungan sosial yang tidak sehat. Pendidikan yang komprehensif, jujur, dan sesuai dengan kebutuhan usia remaja akan membantu mereka mengenali dirinya sekaligus mengelola perubahan yang terjadi dengan bijak. Dalam konteks inilah peran keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi sangat penting, karena ketiganya merupakan lingkaran sosial yang membentuk identitas serta perilaku remaja. Salah satu hal penting yang ditawarkan modul ini adalah penekanan pada perspektif keislaman dalam setiap pembahasan. Islam tidak memandang pembicaraan mengenai reproduksi sebagai hal yang tabu, melainkan sesuatu yang perlu diletakkan dalam kerangka ilmu dan adab. Al-Qurโan dan hadis telah banyak memberikan petunjuk mengenai kesucian diri, penjagaan aurat, pergaulan yang terhormat, hingga tanggung jawab terhadap keturunan. Modul ini meramu ajaran-ajaran tersebut ke dalam materi pembelajaran yang mudah dipahami oleh remaja, sehingga mereka dapat melihat bahwa agama dan ilmu pengetahuan berjalan beriringan. Lebih dari itu, modul ini mengajarkan bahwa menjaga kesehatan reproduksi adalah bagian dari ibadah dan manifestasi rasa syukur kepada Allah atas karunia tubuh yang sempurna. Selain aspek keagamaan, modul juga mengulas secara mendalam dimensi psikologis dan sosial remaja. Usia ini adalah saat ketika individu mulai mencari jati diri, mencoba membangun relasi dengan lawan jenis, dan berusaha mendapatkan pengakuan dari lingkungan. Ketidakmampuan dalam mengelola fase ini sering menimbulkan konflik batin, depresi, hingga keterlibatan dalam perilaku menyimpang. Melalui modul ini, remaja diajak untuk memahami bahwa perubahan emosi yang mereka alami adalah hal yang wajar, namun perlu diarahkan pada kegiatan yang positif dan konstruktif. Modul ini juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara remaja dengan orang tua dan guru, sehingga mereka tidak merasa sendiri ketika menghadapi persoalan yang rumit. Dengan pendekatan semacam ini, modul berupaya membangun remaja yang resilien, mampu mengatasi tekanan, dan tetap berpegang pada prinsip-prinsip moral. Dari sisi tujuan, modul ini ingin menumbuhkan kesadaran bahwa pendidikan kesehatan reproduksi bukan hanya untuk melindungi remaja dari risiko penyakit menular seksual atau kehamilan di luar nikah, tetapi juga untuk membentuk karakter yang mulia. Remaja dipersiapkan agar mampu membuat keputusan yang tepat, menghargai dirinya sendiri, serta membangun relasi sosial yang sehat. Dengan bekal tersebut, diharapkan mereka dapat melangkah menuju masa depan dengan penuh tanggung jawab, baik terhadap dirinya, keluarganya, maupun masyarakat luas. Modul ini juga menegaskan bahwa generasi yang kuat hanya bisa lahir dari remaja yang memahami nilai kesehatan, menjaga kesucian diri, dan menjunjung tinggi akhlak karimah. Pada akhirnya, modul ini menyampaikan pesan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi berbasis Islam adalah kebutuhan mendesak di era modern. Globalisasi dan kemajuan teknologi informasi tidak dapat dihindari, tetapi remaja perlu memiliki bekal agar tidak hanyut dalam arus yang merusak moral dan fisik. Islam hadir sebagai pedoman yang mengarahkan, melindungi, sekaligus menguatkan fondasi hidup remaja. Dengan mengintegrasikan ilmu kesehatan, nilai spiritual, dan pendekatan pedagogis yang tepat, modul ini menjadi sarana strategis untuk melahirkan generasi muda yang sehat jasmani, matang emosional, dewasa secara sosial, dan kokoh dalam keimanan. Generasi seperti inilah yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga martabat bangsa dan agama.
Daftar Eksemplar
| Kode Item | No. Panggil | Jenis | Status | Lokasi |
|---|---|---|---|---|
| DJ152025T | TD_DJ1 5 2025 | Tandon Terbitan Kemenag | Tersedia | Perpustakaan Kementerian Agama RI |
| DJ1520251 | DJ1 5 2025 | Terbitan Kementerian Agama | Tersedia | Perpustakaan Kementerian Agama RI |