Perpustakaan Kemenag RI
KEMENTERIAN AGAMA RI
Selama pohon lemon tumbuh, harapan tetap ada

Diresensi Oleh

A

Alisa Rahma

23 Feb 2026

Resensi Buku 04 Maret 2026

Selama pohon lemon tumbuh, harapan tetap ada

Judul Buku

As Long As The Lemon Trees Grow

Pengarang

Zoulfa Katouh

Penerbit

-

Tebal Buku

-

1. Pendahuluan
Perang saudara yang pecah di Suriah pada tahun 2011 menjadi salah satu tragedi kemanusiaan paling memilukan di abad ke-21. Konflik berkepanjangan antara rezim dan rakyat menyebabkan jutaan warga kehilangan rumah, keluarga, bahkan harapan. Melalui novel debutnya, As Long As The Lemon Trees Grow, Zoulfa Katouh menghadirkan kisah fiksi yang berakar kuat pada realitas pahit tersebut.
Novel ini terinspirasi dari berbagai peristiwa nyata, termasuk tragedi pembantaian Karam El-Zeitoun pada 11 Maret 2012. Dengan latar konflik yang nyata, penulis mengajak pembaca melihat sisi kemanusiaan dari sebuah perang—bukan melalui angka statistik, melainkan lewat kehidupan seorang gadis muda yang harus tumbuh di tengah kehancuran.


2. Sinopsis Isi Buku
Tokoh utama dalam novel ini adalah Salama Kassab, seorang mahasiswa farmasi yang sebelumnya hidup bahagia bersama keluarganya. Namun, perang merenggut segalanya dalam sekejap. Ibunya meninggal akibat serangan udara, sementara ayah dan kakaknya ditahan tanpa kabar yang jelas.
Sebelum berpisah, kakaknya meminta Salama berjanji untuk membawa istrinya yang sedang hamil keluar dari Suriah demi keselamatan. Janji itu menjadi beban sekaligus tujuan hidupnya.
Di tengah situasi genting, Salama menjadi relawan di sebuah rumah sakit di Homs. Tanpa latar belakang kedokteran, ia harus membantu dalam operasi darurat dan menyaksikan luka-luka perang dari jarak yang sangat dekat. Rasa takut, trauma, dan bersalah menghantuinya—terutama ketika ia tidak mampu menyelamatkan seorang anak kecil yang mengalami pendarahan hebat.
Tekanan batin membuat Salama berhalusinasi tentang sosok Khawf, representasi dari rasa takut yang terus membayanginya. Khawf seolah mendesaknya untuk meninggalkan negaranya sebelum semuanya terlambat.
Di tengah dilema antara bertahan atau pergi, Salama bertemu dengan Keenan, seorang pemuda yang bertekad mendokumentasikan kekejaman perang untuk ditunjukkan kepada dunia. Kehadiran Keenan membawa harapan, cinta, dan secercah cahaya di tengah gelapnya konflik.


3. Kelebihan Buku
Novel ini memiliki kekuatan pada penggambaran emosi yang mendalam dan realistis. Bahasa yang digunakan sederhana, tetapi mampu menghadirkan suasana perang yang mencekam sekaligus intim. Pembaca dapat merasakan ketakutan, kehilangan, dan dilema moral yang dialami tokoh utama.
Karakterisasi tokoh dibangun dengan kuat, terutama Salama yang digambarkan rapuh namun tetap berusaha bertahan. Kehadiran romansa di tengah konflik juga menjadi elemen penyeimbang yang memberi ruang harapan dalam cerita.
Selain itu, adanya plot twist yang tak terduga menjadi daya tarik tersendiri dan meninggalkan kesan mendalam setelah cerita berakhir.


4. Kekurangan Buku
Alur cerita berjalan cukup lambat dengan detail konflik yang sangat rinci. Bagi sebagian pembaca, hal ini bisa terasa melelahkan secara emosional. Intensitas penderitaan yang digambarkan secara berulang juga dapat membuat suasana cerita terasa berat.
Namun demikian, justru detail inilah yang memperkuat kesan realistis dan mendalam dari novel ini.


5. Kesimpulan
As Long As The Lemon Trees Grow merupakan novel yang menggugah hati dan sarat makna kemanusiaan. Melalui karya debutnya, Zoulfa Katouh berhasil menyulam realitas getir perang menjadi kisah yang penuh empati dan harapan.
Novel ini tidak hanya menceritakan tentang kehilangan dan kehancuran, tetapi juga tentang keberanian untuk bertahan dan memilih. Seperti kutipan dari penyair Suriah, Nizar Qabbani:
“Every lemon will bring forth a child, and the lemons will never die out.”
Selama pohon lemon masih tumbuh, harapan akan tetap ada. Novel ini menjadi pengingat bahwa di balik konflik dan peperangan, selalu ada manusia yang berjuang menjaga kehidupan dan cinta.


Rekomendasi: Buku ini sangat direkomendasikan bagi pembaca yang menyukai novel berlatar sejarah, konflik kemanusiaan, dan kisah romansa yang emosional.