Perpustakaan Kemenag RI
KEMENTERIAN AGAMA RI
Kabar Utama

Perpustakaan Kemenag Gelar Bedah Buku Belajar Ngajar, Solusi Komunikasi Efektif untuk Pendidik

RI
Rizki Dewi Ayu
20 Mei 2026
Perpustakaan Kemenag Gelar Bedah Buku Belajar Ngajar, Solusi Komunikasi Efektif untuk Pendidik

Jakarta (BMBPSDM)---Tantangan bagi para pendidik saat ini tidak hanya terletak pada penguasaan materi, tetapi juga kemampuan dalam menyampaikan ilmu secara komunikatif dan mudah dipahami. 

Hal tersebut diungkap oleh Kepala Bagian Umum, Perpustakaan, dan BMN Kementerian Agama RI, Rizky Riyadu Taufiq, dalam kegiatan bedah buku Belajar Ngajar: Seni Public Speaking untuk Guru yang digelar di Perpustakaan Kementerian Agama RI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Rizky menilai masih ada sejumlah tantangan di dunia pendidikan, terutama banyaknya lulusan pendidikan yang belum mampu menyampaikan materi secara efektif. Tak hanya itu, ia juga menyoroti rendahnya tingkat literasi Indonesia berdasarkan sejumlah indikator global.

“Banyak output sarjana pendidikan yang ketika turun ke masyarakat atau ke lapangan masih gagap dalam cara penyampaian. Metode pengajaran sering kali masih relatif kaku. Ini menjadi tantangan yang harus dijawab bersama,” ujarnya.

Menurut Rizky, persoalan serupa juga dihadapi para penyuluh agama, ustaz, dan tenaga pendidik lainnya yang kerap berhadapan langsung dengan masyarakat. Oleh karenanya, buku Belajar Ngajar: Seni Public Speaking untuk Guru karya Kevin Kautsar dan diterbitkan Bumi Aksara dinilai menjadi salah satu referensi penting karena menawarkan pendekatan ilmu komunikasi dan psikologi dalam proses pembelajaran.

“Buku ini menghadirkan pendekatan modern yang menekankan metode komunikasi dan cara mendekati audiens. Ini sangat bermanfaat bagi guru, penyuluh, orang tua, hingga para ustaz dan ustazah,” ujarnya.

Terakhir, ia menyebut Perpustakaan Kementerian Agama terbuka untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan literasi. ”Kami selalu terbuka dengan pihak manapun untuk meningkatkan literasi dengan berbagai program apapun,” tegasnya.

Bedah Buku Belajar Ngajar dengan Cinta yang digelar di Perpustakaan Kementerian Agama RI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif dari para peserta yang hadir. Salah satunya Siti Rahmawati, guru MI Negeri 8 Jakarta Selatan, yang mengaku mendapatkan banyak wawasan baru, terutama terkait pentingnya public speaking dalam pembelajaran.

“Banyak sekali yang kami dapatkan, terutama tentang bagaimana seorang guru bisa memiliki komunikasi yang lebih baik agar informasi yang disampaikan lebih mudah diterima anak-anak, khususnya generasi Z dan Alpha,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Khoirunnisa, guru MTs Negeri 8 Jakarta. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa seorang guru tidak boleh berhenti belajar.

“Yang paling penting adalah cara kita berkomunikasi dan menyampaikan materi, karena sebagian besar aktivitas guru adalah menyampaikan informasi. Kalau cara penyampaiannya tepat, maka informasi akan diterima siswa secara utuh,” katanya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada tim Perpustakaan Kementerian Agama yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. “Seru, inspiratif, tidak bikin ngantuk, dan semoga kegiatan seperti ini semakin banyak diadakan untuk para guru,” tuturnya.

Editor: Abas
Fotografer: Zakiatu Husnil Fuada Harahap
Bagikan Artikel: