Perpustakaan Kemenag RI
KEMENTERIAN AGAMA RI
Kabar Utama

Moderasi Beragama Dinilai Strategis dalam Membangun Pertahanan Bangsa, Ini Alasannya!

BA
Bayu Muhardianto
10 Februari 2026
Moderasi Beragama Dinilai Strategis dalam Membangun Pertahanan Bangsa, Ini Alasannya!

Jakarta (BMBPSDM)---Membela negara dan menjaga keutuhan bangsa dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui penerapan Moderasi Beragama dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini semakin relevan mengingat Indonesia memiliki latar belakang masyarakat yang sangat beragam.

Kepala Bagian Umum, Perpustakaan, dan BMN Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI, Rizky Riyadu Taufiq, menegaskan bahwa perbedaan merupakan sunatullah yang tidak seharusnya dijadikan alasan untuk berpecah belah.

“Esensi utama Moderasi Beragama itu adalah menghargai perbedaan yang ada,” ujar Rizky saat menerima kunjungan Pustakawan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI dan CPNS Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kemenag RI di Perpustakaan Kemenag RI, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menurut Rizky, kesadaran berbangsa dan bernegara di tengah keberagaman merupakan kunci utama dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Perpustakaan Kemenag RI

Ia menambahkan, Moderasi Beragama memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku beragama yang melekat kuat di tengah masyarakat. Aparatur Sipil Negara (ASN) dinilai memiliki posisi strategis dalam menciptakan suasana sosial yang kondusif melalui pendekatan yang terukur dan relevan.

“Inilah pentingnya moderasi beragama bagi teman-teman ASN, agar kita tidak gagap menghadapi perbedaan. Nilai ini harus diimplementasikan, baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat, karena ASN menjadi corong dan teladan bagi publik,” jelasnya.

Penelaah Teknis Kebijakan Subbag Perpustakaan Biro Infohan Setjen Kemhan RI, Budi, menyampaikan bahwa Moderasi Beragama sangat relevan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ini merupakan modal penting dalam pembangunan pertahanan negara. Jika kita terpecah belah, maka pertahanan negara juga akan lemah, sekuat apa pun alutsista yang dimiliki,” ungkap Budi.

Dalam kegiatan yang juga diselingi dengan agenda nonton bareng film pendek Moderasi Beragama tersebut, Budi mengapresiasi layanan Perpustakaan Kemenag RI dalam membangun literasi keagamaan bagi masyarakat.

Ia berharap berbagai praktik baik yang diperoleh dari Perpustakaan Kemenag RI dapat dikembangkan dan diadaptasi di Perpustakaan Kemenhan RI.

“Walaupun filmnya pendek, kami terhanyut dalam ceritanya. Pesan yang disampaikan sangat kuat dan relevan dengan kondisi kekinian, khususnya bagi generasi saat ini,” pungkasnya.

Editor: Abas
Fotografer: Cut Soraya Dewi
Bagikan Artikel: